Republika Sabtu, 19 April 2008 14:19:00
Lebak-RoL-- Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Banten, akan menindak tegas sekolah yang memungut Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2007/2008 yang digelar mulai 22 April 2008 .
"Semua peserta UN tidak dipungut bayaran, karena sudah dibiayai pemerintah,"kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Banten Agus Hermawanto, Sabtu.
Ia mengatakan, jika ditemukan pengelola sekolah memungut bayaran UN, ia berjanji akan menindak tegas oknum itu. "Pelaksanaan UN gratis dan tidak dibebankan kepada orangtua. Soal-soal bidang studi yang diujikan didatangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional," katanya.
Kepada peserta UN, ia mengingatkan agar belajar lebih serius dan manfaatkan sisa waktu untuk meraih nilai kelulusan. Saat ini nilai penentu kelulusan sangat tinggi yakni 5,25 dibandingkan tahun lalu 4,25.
Pelajaran yang diujikan pun bertambah dari semula tiga bidang studi, menjadi enam mata pelajaran.
Mata pelajaran yang diujikan di tingkat SMA program IPA meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi. Untuk program IPS meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi.
Sedangkan, program Bahasa meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Bahasa Asing, dan Antropologi.
Jenjang MA Program Keagamaan materinya meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Matematika, dan Tasawuf/Ilmu Kalam. Tingkat SMK antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
"Saya ingin semua siswa lulus UN, karena itu gunakan waktu dengan sebaik-baiknya, belajar dan berdoa," kata dia. Orangtua juga harus memberikan semangat kepada putra-putrinya saat menghadapi UN nanti.
Menurut dia, apabila siswa kelas III itu tidak lulus UN maka ada dua pilihan yakni harus mengulang kembali atau mengikuti ujian Paket C (setara SMA).
Menyinggung pengamanan UN, ujar dia, pihaknya tidak setuju jika petugas polisi berada di sekolah, karena akan menambah beban psiokologis anak.
"Polisi hanya sebatas pengamanan soal UN, mulai dari pendistribusian hingga ke sekolah tujuan," tegasnya. Sementara itu, Suhardi (17) siswa kelas III SMAN Rangkasbitung mengaku tegang menjelang UN karena khawatir tidak bisa menjawab soal-soal ujian.
Ia terus belajar di rumah sendiri maupun rumah guru bidang studi yang di-UN-kan, saat masa liburan.
"Mudah-mudahan minggu depan saya bisa menjawab soal-soal bidang studi yang diujikan, sehingga berhasil meraih nilai kelulusan," ujar Suhardi. antara/abi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar