Sabtu, 20 Agustus 2011

Cara Mengatasi Masalah "BOOTMGR is missing"

Pesan error sewaktu booting :


Pernahkah Anda menjumpai masalah tersebut?  

Masalah tersebut sebenarnya adalah masalah sepele namun bisa membuat pusing orang. Hal tersebut dapat terjadi karena file yang digunakan untuk booting telah hilang atau tidak ditemukan.

Pernah saya mengalami hal tersebut, ceritanya begini, ada laptop titipan teman yang terkena virus dan suruh untuk mempartisi hardisknya, naah setelah virus-virus yang membandel tersebut saya basmi, selanjutnya saya bermaksud untuk mempartisi laptop tersebut. Masalah selanjutnya ada disitu, karena laptop tersebut sudah diisi oleh pabrikan (baca: sistem operasi) yaitu Windows 7, saya tidak tahu kalau partisi untuk booting adalah partisi yang terpisah, bukan partisi C. Partisi tersebut adalah partisi D dan bernama Recovery.  

Saya berpesan, jangan sekali2 mengubah bahkan memformat partisi tersebut karena dapat menyebabkan muncul tulisan BOOTMGR is missing Press Ctrl+Alt+Del to Restart. Congratulations! Anda sudah tidak dapat masuk ke sistem operasi Windows Anda.    

Untuk kasus saya, hal tersebut terjadi dikarenakan saya mengubah Drive Letter dari yang semula adalah D saya ubah menjadi G sehingga tidak bisa untuk booting.

 

Sempat bingung juga karena bagaimana mengembalikan Drive Letter tersebut padahal sudah tidak bisa lagi masuk ke Windows. Sempat menemukan artikel untuk mengatasi kasus tersebut DISINI dengan melakukan repair menggunakan fasilitas recovery di Windows 7, namun pada waktu tersebut saya tidak memiliki DVD kosong bahkan master Windows 7, ditambah lagi laptop yang bermasalah tersebut adalah notebook, jadi tidak memiliki CD/DVD Rom.

Kemudian disaat bingung tersebut muncul sebuah ide untuk menggunakan Ubuntu Live CD namun dengan menggunakan Flash Disk. Karena tidak mungkin memindahkan Drive Letter langsung dari Ubuntu, saya menggunakan cara yang lain. Setelah masuk menggunakan USB Startup Disk, saya segera memindahkan isi dari partisi Recovery ke drive C. (Sebenarnya langkah ini tidak tidak penting hehee).

 

Langkah pertama yang saya lakukan adalah masuk ke GParted lewat System --> Administration --> GParted. Setelah itu saya unchecked flag boot dari partisi Recovery. Dan kemudian flag boot saya gantikan ke partisi C Windows.

 

 

Dan. . . . . . . .

TADA.................. sudah bisa masuk ke Windows lagi.  

Memang cara ini terbilang memaksakan karena menggunakan Recovery lebih umum digunakan. Namun cara ini menjawab bagaimana jika akan menghapus partisi yang digunakan untuk booting tersebut dan memindahkannya ke partisi C sekalian.

Dan, saya pun lega karena laptop teman saya tersebut baik-baik saja.

Sumber : http://schaerdz.blogspot.com/2010/04/cara-mengatasi-bootmgr-is-missing.html

Sabtu, 04 Juni 2011

DriverPack Solution

Bingung mencari-cari driver hardware anda yang tidak terdeteksi oleh Windows ? Googling sana sini juga belom nemu yang cocok?
Kini ada solusi untuk anda yaitu DVD yang berisi Koleksi DriverPack untuk Windows Xp, Windows Vista, dan Windows 7. Program yang legal dan berlisensi GNU GPL & Open Source.
Sangat cocok digunakan para teknisi komputer dan juga hobbiest yang sering berkutat dengan hardware yang beragam macam.
Size DVD sekitar 2,8 GB-an, Program berjalan portable, jadi tidak perlu menginstall program tersebut pada PC anda, cukup jalankan dari DVD.
Cukup klik 2x pada file start.cmd untuk menjalankan Programnya. Program akan secara otomatis mendeteksi Driver yang perlu diinstall di Pc anda.
Ketika DriverPack menemukan driver yang perlu diinstall, tinggal checklist pada nama drivernya dan jalankan Run, Driver akan diinstall oleh DriverPack Solution.
DriverPack Solution is the most popular program that makes the job of finding and automatically installing drivers a pleasure.
DriverPack Solution simplifies the process of reinstalling Windows on any computer. No more problems of searching and installing drivers. Everything will be done in couple of mouse clicks!
http://dev.drp.su/download/DRPSu11-Final.rar
sumber: berbagai link

Sponsor by

National Geographic POD